[Review] The Tunnel (2011)

MV5BMTY3NTEwNTQ3NV5BMl5BanBnXkFtZTcwMTAyOTM0NA@@._V1_SX320.jpg


Sebelum masuk ke review, saya akan sedikit membahas tentang mekanisme pemasaran film ini yang cukup unik. Jadi film ini murni hasil fundraising filmmaker yang tergabung dalam The 135K Project dimana dengan dana AUD135,000 mereka dapat membuat feature film yang disebarluaskan ke seluruh dunia, gratis. Lalu darimana mereka mendapatkan keuntungan? Tentu saja dengan menjaring sponsor atau supporter dari seluruh dunia yang dapat menyumbang sukarela, membeli potongan frame, atau membeli hard-copy DVD-nya. Film ini bisa di-unduh secara gratis dan legal melalui situs jejaring sosial VODO yang menyajikan digital entertainment secara gratis entah itu film indie (baik series maupun feature), musik, dan sebagainya. Untuk ‘The Tunnel’ sendiri bisa anda unduh di http://vo.do/thetunnel

Now let’s talk about the movie. Well, sebenarnya bumbu mockumentary sudah tidak asing bagi penikmat film. Sebelumnya Australia juga memiliki mockumentary yang cukup menggemparkan berjudul Lake Mungo. Kini, sekali lagi Australia dan dunia film indie (khususnya mockumentary) akan kembali digemparkan dengan kehadiran ‘The Tunnel’.

Sebenarnya kata menggemparkan mungkin terlalu berlebihan karena sebenarnya tidak ada yang terlalu spesial dalam film ini. Formulanya hampir sama dengan ‘Lake Mungo’ terdapat beberapa adegan wawancara dan footage yang diklaim “asli”. Namun, tentu saja kali ini adegan footage lebih banyak dibandingkan kumpulan narasi dan wawancara. Belum lagi setting lokasi yang berada di sebuah terowongan bawah tanah tua dan terabaikan di jantung kota Sydney, Australia. Gelap, lembab, dan mencekam.

Natasha adalah seorang jurnalis yang sedang mencari berita terkait rencana pemerintah yang akan menggunakan terowongan tersebut sebagai tempat menampung air untuk menjawab permasalahan krisis air di Sydney. Bersama Steve, Tangle, dan Pete, ia mengambil resiko untuk meliput langsung di terowongan tersebut yang katanya biasa dihuni oleh tuna wisma. Mereka masuk tanpa izin/permit ke dalam terowongan dan kejadian-kejadian aneh sekaligus mencekam dialami oleh mereka. Mulai dari hilangnya anggota tim jurnalis tersebut, hingga hilangnya peralatan mereka. Mereka menduga ada tuna wisma atau semacam berandalan yang iseng, tetapi ternyata ada sesuatu yang lebih mengerikan dan di luar dugaan….

Kalau boleh saya menilai, ini seperti kombinasi antara Lake Mungo dan Blair Witch Project, hanya saja ‘The Tunnel’ menyajikan ketegangan dalam konteks ‘classic urban legend’. Dan tidak seperti Blair Witch Project, di sini apa yang ‘mengganggu’ tokoh utama akan diperlihatkan.

Harus saya akui, sinematografinya jempolan! Start dan end credit sequence-nya menyajikan serangkaian gambar artistik kota Sydney. Sound effectnya juga jempolan! Salah satu unsur yang terbaik di film ini adalah scoring dan sound effect-nya. Cukup disturbing. Kalau untuk story ya sebenarnya standar saja-lah. Seperti yang saya bilang tidak terlalu spesial karena menggunakan formula yang sudah-sudah namun tetap menarik untuk dinikmati kok. Apalagi kalau bicara tingkat keseraman film ini bisa saya bilang sangat seram! Sound effect-nya memaksa saya me-mute bagian-bagian yang saya anggap disturbing. Endingnya! Saya tidak akan berbicara tentangnya tetapi saya cukup dibuat tertohok-tohok olehnya…! Penasaran? Just watch it!!

My Rating: 3.5/5
IMDb Rating: 6.1/10

2 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s