[Review] Lake Mungo (2008)

“If you’re never seen a ghost… Look closer.”

Tipikal film horror Hollywood adalah mampu membuat penontonnya menjerit-jerit karena terkejut setengah mati. Well, ‘Paranormal Activity’ (dan sekuelnya) berhasil melakukannya dengan gaya ‘mockumentary’ atau bisa dibilang seperti dokumenter tetapi ya tetap saja fiktif. Gaya ‘mockumentary’ mulai populer saat film ‘The Blair Witch Project’ mampu menggemparkan box office di tahun 1999. Kemudian siapa pula yang tak kenal film Spanyol ‘[.REC]’ (di-remake oleh Screen Gems ‘Quarantine’) dan juga ‘Cloverfield’. Konsep found footage (video amatir yang ditemukan) tentu saja membuat seakan-akan kejadian tersebut adalah real event dan membuat perasaan penontonnya seakan-akan merasakan kejadian di dalam film tersebut.

Nah! ‘Lake Mungo’ merupakan film Australia yang patut diperhitungkan. Salah satu ‘mockumentary’ yang benar-benar creepy. Apalagi dengan gaya dokumenter a’la Discovery Channel atau National Geographic tentu saja membuat orang awam yang menonton akan semakin mematung karena menganggap itu adalah kejadian nyata dan semua dokumentasi foto dan video tersebut adalah real!

Berlatar belakang di negara bagian Victoria tahun 2005, keluarga Palmer adalah keluarga bahagia. Sangat bahagia hingga pada suatu hari anak perempuannya Alice menghilang begitu saja dan ditemukan tewas secara misterius di danau Mungo. Sejak Alice tewas, terjadi hal-hal yang ganjil di lingkungan rumah keluarga Palmer. Matthew adik laki-lakinya yang suka foto dan videografi menangkap beberapa penampakan di sekitar rumah. Anggota keluarga yang lain pun bingung ada apa sebenarnya di balik kematian Alice yang dikenal anak baik-baik saja. Kejutan demi kejutan terkuak siapa sebenarnya Alice dan kenapa arwahnya masih bergentayangan di sekitar keluarga Palmer.

Film ini kalau diperhatikan dipenuhi unsur melankolis. Bagaimana sikap keluarga Palmer ketika mengetahui anaknya tewas secara misterius dan menanggapi isu-isu yang tidak mengenakan dari lingkungannya. Kemudian story ketika rahasia siapa Alice terkuak, cukup dalam. Tapi semua kemelut itu ditutupi dengan penyajian gambar-gambar dan video footage yang mengerikan. Apalagi ketika footage itu di zoom-in semakin memaksa saya untuk menutup mata dengan bantal! (Don’t blame me, saya nonton sendirian di malam jum’at…)

Anyway, saya hampir percaya film ini berdasarkan kisah nyata. Tetapi saya mulai ragu ketika menemukan beberapa dialog yang terkesan tidak konsisten dan benar saja ketika dicek di IMDb, ternyata ada list cast-nya. Diluar itu, film ini mampu menggambarkan regional negara bagian Victoria yang memukau. Ditambah scene-scene transisi seperti gerakan awan, gerakan bintang pada malam hari, cukup memanjakan mata. Untuk musik dan sound effect, saya rasa cukup mendukung kemelut yang ada di film ini dengan baik.

Jika anda mencari tontonan horror alternatif, ‘Lake Mungo’ bisa menjadi pilihan terbaik anda! Saran saya: jangan nonton sendirianđŸ˜€

My rating: 3.5/5
IMDb rating: 6.1/10

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s