[Review] Earthlings (2005)

Total speechless. Shock. Itulah reaksi saya ketika menyaksikan film dokumenter karya Shaun Monson yang memaparkan dengan trik hidden camera plus never-seen-before footage bagaimana perlakuan manusia terhadap hewan. Ada lima bagian dalam film ini yang pertama adalah berjudul “Pets”, memaparkan bagaimana kondisi sebenarnya di tempat penampungan hewan dimana mereka diperlakukan dengan tidak senonoh. Bahkan beberapa diantara dari mereka ada yang dibunuh secara paksa. Suntik mati, setrum, atau dimasukan ke dalam ruang gas beracun.

Bagian kedua berjudul “Food”. Darimana datangnya daging dan ikan? Tentu saja dari hewan. Di sini kita akan diajak masuk ke dalam tempat penyembelihan hewan. Beberapa scene memang sangat disturbing. Darah muncrat sana sini dan cukup mengganggu selera makan. Itulah kenapa sejak awal film ini mulai, muncul peringatan “Viewer discretion is advised”.

Bagian ketiga berjudul “Clothes”. Ya, pakaian atau aksesoris yang berasal dari kulit hewan memang trendy. Tapi tahukah dibalik kemewahan tersebut ada penderitaan dan pengorbanan dari hewan-hewan?

Bagian keempat berjudul “Entertainment”. Sirkus, kebun binatang, hingga atraksi matador ternyata dibalik semua itu menyimpan banyak rahasia. Termasuk rahasia bagaimana pelatih sirkus membimbing (lebih tepatnya menyiksa) hewan-hewannya untuk beratraksi sesuai keinginannya untuk mendapatkan profit.

Bagian kelima berjudul “Science”. Ah, ini juga speechless. Ternyata animal testing masih marak. Boleh diintip bagaimana hewan dijejali berbagai macam jenis percobaan berulang-ulang. Mulai dari percobaan obat, kosmetik, hingga fisik seperti uji benturan.

Intinya film ini mengajak kita untuk lebih aware terhadap hewan di bumi ini. Karena pada dasarnya ada 3 jenis kekuatan yang hidup di bumi: alam, hewan, dan manusia. Semuanya merupakan inhabitant atau penghuni bumi dan mempunyai tempat di bumi untuk hidup.

Sinematografi bagi saya biasa saja karena film ini menggunakan banyak potongan-potongan dokumentasi dari berbagai organisasi pecinta hewan. Namun dengan editing, narasi oleh Joaquin Phoenix, dan musik latar dari Moby membuat tatapan saya tidak teralihkan dan membuat saya semakin penasaran akan tiap informasi yang dipaparkan dalam dokumenter ini.

My rating: 4/5
IMDb rating: 8.5/10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s