NoBar Menebus Impian with KapanLagi.com

Hello, gimana weekend teman-teman semua? Daripada gw geje dan mati gaya di KRL, sambil jalan gw mau review film-nya Hanung yang baru, and the title is Menebus Impian. Pernah denger? Menurut gw juga gitu, entah kenapa film ini gak booming banget, apa karena marketing-nya kurang atau gw-nya yang kuper😛

Beruntunglah gw bisa menyaksikan film ini setelah dapet free ticket dari KapanLagi.com dan beruntungnya juga ada acara Meet and Greet with cast and crew-nya.

First impression, ngeliat poster filmnya udah ketebak ini filmnya Mas Hanung! Style-nya dengan para main character berjajar di depan dengan latar film. Style seperti ini ada di Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih.

Kalo udah ngomongin Hanung, pasti udah tau-lah quality-nya seperti apa. Gerakan kamera yang smooth, halus, dan alur cerita yang cenderung mudah dicerna merupakan gaya Hanung. Ceritanya pun menarik, yaitu perjuangan Nur (Acha Septriasa) yang menghadapi segala macam problem finansial dan akhirnya mengikuti bisnis semacam MLM.

Why MLM? 25% penduduk Indonesia terlibat dalam bisnis MLM ini (kata Mas Hanung) dan menjadi tema menarik untuk dibahas. Kocak memang, apalagi adegan-adegan pas menawarkan bisnis MLM ini biasanya tidak jauh dengan kata “Prospek”, then “Masa Depan”, ataupun “Impian”😛

Acha menurut gw berperan dengan baik dan total. Begitu pula dengan lawan main-nya Fedi Nuril. Hanya sayang saja, kurang menggigit dan kurang mengaduk-aduk emosi penonton. Ketika karakter menangis menjerit-jerit karena kepepet, tidak ada satupun penonton yang terbawa emosi. Why? Why? Why?

Back to MLM, tapi sekarang jangan dilihat MLM-nya deh, tapi tangkap pesan moral dalam film ini. Penting itu! Bagaimana kita bisa membahagiakan oang tua, bagaimana seorang perempuan yang biasa diremehkan kini bisa bangkit dari keterpurukan, dan juga motivasi bagaimana kita harus menjalani hidup ini untuk mencapai apa yang kita impikan atau cita-citakan walau dihadapi berbagai kesulitan.

Unsur humor yang biasa menjadi selingan atau sisipan film-film Indonesia teasa kurang gereget. Hanya sedikit adegan humornya. Mungkin memang film ini untuk memberi kesan serius kali ya? Jadi humor-nya hanya sekilas saja..

Kesimpulan :
Story 7/10
Cinematography 8/10
Music 7/10

Overall 7/10
Cocok buat ditonton untuk membangkitkan semangat dan motivasi terutama untuk anak kuliahan kaya gueeeee…hehehe.

Thanks to KapanLagi.com yang udah kasi tiket gratisnya. Kapan-kapan gratisan lagi yaaaaa ;P

3 Comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s