Suka dan duka naik kereta api (1)

Siapa sih yang tidak kenal dengan transportasi satu ini? Apalagi bagi yang tinggal di kawasan Jabodetabek, pastilah kenal dengan transportasi yang setiap hari mangkalnya di stasiun. Apalagi gw yang sudah banyak makan asam garam, merasakan pahit manis, dan manis asem asinnya hidup di dalam kereta api (kok kesannya menderita banget yak?? ;P ).

Bagi masyarakat Jabodetabek, kereta api adalah transportasi yang memang bisa diandalkan. Dengan tiket yang murah, cukup Rp2,500,- perak dari Bogor ke Jakarta Kota untuk kategori Ekonomi atau Rp5,500,- untuk AC Ekonomi atau pula (sebenernya rancu nih..pake “atau” terus..) Rp9,000,- untuk Pakuan Express. Dan untuk sarana pulang pergi ke kampus UI Depok, gw udah merasakan ketiga-tiganya. Bagi yang sering nyasar di blog gw ini pasti pernah membaca seputar pengalaman gw di kereta api, contohnya ada banyak kok :https://whateverisaid.wordpress.com/tag/kereta-api/

Pasti keluar semua tuh cerita-cerita pilihan yang menark..😀

Kali ini tulisan gw cuma mengkritisi aja untuk PT KAI beserta staff dan jajarannya (sebenarnya kata “jajaran” agak rancu, kenapa gak disebut pegawai atau karyawannya? Emang do’i ngejejer kayak pagar betis??). Gini nih, kalo gw naek kereta ekonomi, entah kenapa makin hari keretanya makin butut dan usang. Malah ada yang lantainya jebol dan bocor pula. Pernah sehabis hujan gw kedapetan kereta yang lantainya jebol dan terisi oleh air hujan. Mungkin karena udah banyak sampah, atau kaki orang nyemplung di situ, air ini tiba-tiba berwarna abu-abu gelap dan baunya minta ampun!! Bau badan gw aja yang udah gak mandi 7 hari 7 malem kalah loh!! Sialnya..sialnya…banyak yang jadi korban alias nyemplung di “jebakan” itu sehingga baunya nyebar kemana-mana..

Masih di seputar kereta api ekonomi, seringkali kereta ekonomi menjadi sasaran empuk pemuda-pemuda yang “tidak kebagian tempat duduk” sehingga mereka naik ke atap gerbong kereta api. Padahal kan berbahaya banget tuh. Udah gitu omongannya gak dijaga, senangnya nyorakin yang bawah dan ngeledekin cewek-cewek yang baru turun. Belum aja jatuh terpelanting dari atas biar tahu rasa. Kok petugas KA kayaknya seperti tidak mau menertibkan yang begitu ya?

Sekarang mari kita beralih ke kereta AC Ekonomi. Sepertinya kereta yang digunakan juga kereta refurbished alias recycled..Haha..ada-ada aja hal-hal teknis yang aneh. Pernah gw mau turun di Pocin tapi pintu di gerbong yang gw tumpangin kagak kebuka. Nah looo?? Gw langsung lari ke gerbong sebelah pengen turun tapi apa daya, kereta sudah melaju, akhirnya gw turun di UI. Ada lagi yang paling mengherankan untuk ukuran AC kelas eksekutif (walaupun ada embel-embel ekonomi karena dia berhenti di setiap stasiun) yaitu munculnya tante-tante girang yang doyan ngegosip dan mengganggu kenyamanan penumpang lainnya! Jangan salah lo jeung~ banyak fitnah yang tersebar dalam kereta. Ternyata tak ada kafe, kereta pun jadi yaa~ yuk yaaakk yuuuk….

Terakhir! Pakuan Express..wuih, ini sih kereta lumayan nyaman. Sejauh ini gw belum pernah menemukan yang aneh-aneh. Kecuali para eksekutif yang gemar membawa “kursi lipat” portabel yang bisa digunakan jika mereka tidak kebagian tempat duduk. Hmm..kreatip-lah~!

Anyway…segitu dulu aja share tentang kereta api, nanti gw bakal cerita lagi seputar kereta api..

Have a nice day guys~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s