The Power of Love

Jika dalam artikel sebelumnya saya membahas sedikit cerita Badshah Khan dan kesabarannya, kali ini saya membahas dengan bumbu cinta. Bahasa sengaja saya perhalus sedikit.

Kasih sayang merupakan salah satu dari hak asasi manusia. Karena sudah selayaknya manusia sejak lahir mendapakan kasih sayang dari sang ibu dan ayah. Sudah selayaknya juga tiap-tiap individu dapat merasakan kedamaian sebagai simbol dari kasih sayang tersebut. Kasih sayang di sini bukan berarti kasih sayang terhadap dua insan saja, melainkan kasih sayang terhadap seluruh umat manusia yang ada di muka bumi ini. Badshah Khan sebagai pahlawan muslim antikekerasan tentu mengerti akan arti kasih sayang dan kedamaian di bumi ini. Hanya saja, sudahkah kita mengerti akan hal itu semua? Manusia adalah makhluk yang sempurna karena mempunyai akal dan pikiran. Namun akal dan pikiran inilah yang sering membuat manusia lupa diri akan hakekat dan pola pikir mereka sebagai manusia. Ditambah sifat manusia yang tidak pernah puas untuk mendapatkan sesuatu. Akibatnya terjadilah suatu kompetisi. Dalam proses kompetisi inilah konflik sering timbul baik dari skala kecil ataupun skala besar. Biasanya konflik skala besar juga bermula dari hal-hal kecil yang sebenarnya tidak terlalu penting untuk diperdebatkan. Kembali ke masalah kasih sayang. Sebenarnya kasih sayang itu apa sih? Mungkin sebagian orang lebih senang menyebutnya cinta. Kasih sayang terdiri dari dua kata yaitu kasih dan sayang. Secara terminologis, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Balai Pustaka) kasih adalah merasa atau perasaan sayang, sedangkan sayang adalah belas kasihan. Kesimpulannya, kasih sayang itu adalah perasaan yang timbul untuk mengasihi seseorang. Konteks kasih sayang di sini adalah “hati” dan bersifat abstrak. Lain halnya dengan memberi sesuatu benda. Sebenarnya rasa kasih sayang ada di dalam setiap jiwa manusia, hanya saja  emosi yang ditimbulkan akibat suatu konflik menutupi rasa tersebut. Peperangan yang tergolong ke dalam konflik skala besar pun sebenarnya dapat dihentikan dengan mudah dan sederhana. Yaitu dengan kasih sayang tadi. Karena sesungguhnya yang mempunyai konflik bukan tentara-tentara ataupun prajurit-prajurit perang, justru hanya dua individu-lah yang mempunyai konflik. Konflik inilah yang membuat pola pikir mereka rusak. Lalu bagaimana menghentikan konflik ini? Yaitu kembali lagi ke kasih sayang atau cinta tadi. Dengan melunakkan emosi kedua belah pihak yang meluap-luap. Seperti apa yang dikatakan Badshah Khan :

“Mari berguru pada air karena ia memilih mengalir, menembus kokohnya pegunungan yang harus dilewatinya untuk mencapai hilir. Air pun mampu mengikis batu karang yang keras. Ia lembut dan kelembutan adalah kekuatan. Ia yang kuat memilih bertindak tanpa kekerasan. Suatu tindakan yang membutuhkan nyali karena tidak banyak orang yang memilihnya.”

Air didefinisikan sebagai kasih sayang atau cinta. Begitu besar kekuatan cinta untuk melunakkan apapun. Sama seperti air yang dapat mengikis dan melunakkan batuan yang keras sehingga batuan tersebut menjadi sebuah serpihan partikel-partikel halus yang mudah terbawa oleh air. Sungguh bijak apa yang dikatakan oleh Badshah Khan ini karena memang benar sesungguhnya kekuatan kasih sayang mempunyai potensi dan energi yang luar biasa yang bisa menyelesaikan segala macam konflik serta membuat keadaan menjadi tenang dan damai. Yang menjadi masalah di sini adalah, mampukah kita seperti “air” ?? Kembali lagi ke kutipan di atas. “..membutuhkah nyali..”. Ya, untuk menjadi “air” kita membutuhkan nyali yang sangat besar. Bagaimana caranya? Tentu saja kita harus meyakinkan bahwa jalan yang kita tempuh untuk menyelesaikan konflik ini adalah benar dan tidak ada jalan lain apalagi dengan kekerasan. Ibaratnya dua buah batu yang digesekan akan menimbulkan percikan api. Mungkin itu saja apa yang dapat saya tulis tentang kasih sayang. Semoga kita semua menjadi generasi yang bernyali seperti Badshah Khan dan mampu menciptakan kedamaian di bumi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s