Kereta Malam

Minggu, 17 Mei 2009
Pk.21:49
Naik kereta terakhir menuju UI Depok
Kereta terlihat lengang
Di tengah kelengangan suara ksatria bergitar memecah keheningan
Menyanyikan lagu yang entah lagu apa
Nada gitar dan vokal tidak sinkron
Bikin pusing saja!

Pk.21:59
Kereta tiba di Stasiun Cilebut
Masih banyak orang yang naik kereta ini
Kereta melanjutkan perjalanannya
Kereta melaju dengan kencang
Angin sepoi-sepoi menerpa wajah
Rasa kantuk pun tak tertahankan

Pk.22:15
Tiba-tiba seorang gadis kecil menaruh selembar amplop
Dan ia bernyanyi dengan lincah
Katanya untuk biaya sekolah
Lalu ia mengambil amplopnya sambil tersenyum manis dan berkata : “Terima Kasih”

Pk.22:20
Srek..srek..srek
Seorang kakek tua tiba di gerbong
Dan dengan sigap ia membersihkan sampah di gerbong
Tatapannya kosong
Namun sapu yang ia bawa seolah-olah berkata : “modal cari rezeki..”

Pk.22:32
“Rokok..rokok..”
Seorang ibu menjajakan dagangannya
Dengan langkah kaku sambil membawa ember berisi minuman
Dengan tatapan yang seolah-olah berkata : “Hidup ini berat..”

Pk.22:40
Saatnya turun
Sudah cukup melihat penderitaan orang-orang kecil
Yang hingga larut malam mereka terus berusaha
Demi sesuap nasi
Demi pergi sekolah
Demi kehidupan
Mereka terus dan terus berjuang
Mencari penghasilan
Walau udara dingin menusuk
Di tengah gerbong kereta malam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s